Saturday, January 8, 2011

Langkah 1 Tips Praktis Pemilihan dan Penempatan Perangkat Home Theatre - Jenis Layar Yang Digunakan


Layar merupakan perangkat yang sangat penting, karena dari layar inilah gambar yang ingin kita lihat ditampilkan. Untuk membuat sebuah Home Theatre yang nyaman, saya sarankan untuk menggunakan layar minimum 28 inch. Beberapa jenis layar yang bisa digunakan adalah :

1. Televisi CRT (Cathode Ray Tube)
Televisi CRT lebih dikenal dengan istilah Televisi Tabung, dimana memiliki tabung di bagian belakang. Pada televisi jenis ini, layar terlihat cembung.
  • Keunggulan : Banyak pilihan yang mudah didapatkan dan harga tidak terlalu mahal.
  • Kelemahan : Karena besarnya tabung, maka semakin besar ukuran televisi yang kita gunakan, maka akan semakin besar pula ruang yang dibutuhkan.
2. Televisi LCD (Liquid Crystal Display)
Televisi jenis ini memiliki layar yang datar dan ukuran yang tipis. LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama.
  • Keunggulan : Ukuran tipis, ringan dan mudah digantung di dinding.
  • Kelemahan : Tidak semua televisi jenis ini memiliki kualitas gambar yang baik dan harganya lebih mahal dibandingkan dengan televisi CRT.
3. Televisi PDP (Plasma Display Panel)
Televisi ini lebih dikenal dengan istiah Televisi Plasma. Layar datar dan ukuran yang tipis menjadi andalan.
Dalam prinsipnya, layar plasma tersusun dari dua lembar kaca yang diantaranya diisi ribuan sel, yang ratusan diantaranya berisi gas xenon dan neon.
  • Keunggulan : Ukuran tipis, kualitas gambar bagus dan mudah digantung di dinding.
  • Kelemahan : Harga mahal
4. Televisi OLED (Organic Light-Emitting Diode)
Televisi ini bentuknya tidak berbeda dengan Televisi LCD maupun Televisi PDP. Struktur OLED terdiri atas lapisan kaca terbuat dari oksida timah-indium yang berfungsi sebagai elektroda positif atau anoda.
  • Keunggulan : Ukuran tipis, kualitas gambar sangat tajam, ringan, mudah dipindah-pindahkan dan konsumsi listrik rendah.
  • Kelemahan : Harga sangat mahal dan kelembaban dapat memperpendek umur OLED.
5. RPTV (Rear Projection Television)
Istilah RPTV mungkin belum begitu banyak dikenal. RPTV mengacu pada sebuah televisi di mana gambar diproyeksikan dan dipantulkan ke layar dari belakang layar.
  • Keunggulan : Kualitas gambar bagus.
  • Kelemahan : Tidak mudah untuk didapatkan.
6. FPTV (Front Projection Television)
FPTV merupakan kebalikan dari RPTV mengacu pada sebuah televisi di mana gambar diproyeksikan ke layar/screen dari depan layar.
  • Keunggulan : Kualitas gambar bagus dan beberapa proyektor memiliki harga yang lebih murah dan layar bisa disesuaikan dengan keinginan.
  • Kelemahan : Untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik disarankan di dalam ruangan yang gelap dan kualitas screen yang baik pula.
Baca Selanjutnya - Langkah 1 Tips Praktis Pemilihan dan Penempatan Perangkat Home Theatre - Jenis Layar Yang Digunakan

Friday, January 7, 2011

Tips Praktis Pemilihan dan Penempatan Perangkat Home Theatre


Home CinemaHome Theatre adalah sebuah theatre yang dibangun di rumah, yang dirancang untuk meniru kinerja atau menciptakan perasaan sebuah theatre. Saat ini Home Theatre memberikan pengalaman bioskop pribadi di dalam rumah. Membangun sistem Home Theatre perlu kecermatan. Sistem Home theatre tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan perangkat yang digunakan. Tentu saja membutuhkan ruangan yang memenuhi persyaratan.

Berikut ini adalah langkah-langkah praktis pemilihan dan penempatan peralatan yang akan membuat performa dari home theatre akan menjadi lebih optimal, yakni :
  1. Langkah 1 Pilih jenis layar yang diinginkan
  2. Langkah 2 Tentukan ukuran layar yang diinginkan
  3. Langkah 3 Tempatkan perangkat dengan benar
  4. Langkah 4 Pastikan semua perangkat terhubung dengan benar
  5. Langkah 5 Tentukan rangsangan yang tepat untuk memaksimalkan performa suara dan gambar

Sumber Referensi :
Baca Selanjutnya - Tips Praktis Pemilihan dan Penempatan Perangkat Home Theatre

Tuesday, January 4, 2011

Metropolitan di Indonesia


Tanpa sengaja saya menemukan buku ini di Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum dan bisa didownload secara gratis dan saya ingin berbagi buku ini agar semua orang dapat mengenal tentang Metropolitan di Indonesia baik dalam kenyataan dan tantangan dalam penataan ruang. Buku ini terdiri dari tiga bagian besar, yaitu bagian pertama bertajuk tentang Kawasan Metropolitan : konsep dan definisi; sedangkan bagian kedua bertajuk tentang Kawasan Metropolitan di Indonesia,  dan bagian ketiga bertajuk tentang Penataan Ruang Kawasan Metropolitan.

Bagian pertama dimaksudkan sebagai penyatu pandangan mengenai definisi metropolitan, yang dipakai dalam diskusi dan analisis dalam bagian pertama dan kedua buku. Pada bagian ketiga definisi baru mengenai kawasan metropolitan untuk Indonesia dirumuskan berdasarkan diskusi-diskusi pada bagian sebelumnya. Bagian pertama ini terdiri dari dua bab; Bab 1 menguraikan isi buku secara keseluruhan dan definisi metropolitan serta memberikan gambaran mengenai metropolitan di dunia, struktur tata ruang dan persoalan yang dihadapi metropolitan di dunia.

Bagian kedua, dengan mengacu pada pengertian metropolitan yang telah dijelaskan di bagian pertama, menguraikan persoalan dan tantangan serta kemungkinan kebijakan sektoral untuk menjawab persoalan-persoalan tertentu pada metropolitan di Indonesia. Bagian kedua ini terdiri dari empat bab, yang di mulai dari Bab 3 yang menggambarkan, berdasarkan data-data sekunder, mengenai sejarah pembentukan, perkembangan, dan persoalan yang dihadapi metropolitan di Indonesia. Selanjutnya pada Bab 4, secara umum membahas mengenai persoalan kependudukan, sosial ekonomi, infrastruktur dan hukum serta kelembagaan yang dihadapi oleh metropolitan di Indonesia, Tiga bab berikutnya; Bab 5, 6 dan 7, membahas secara lebih mendalam persoalan kependudukan dan sosial ekonomi, infrastruktur dan lingkungan serta hukum dan kelembagaan.

Bagian ketiga dimaksudkan sebagai penutup yang menunjukkan usulan dan pandangan mengenai bagaimana sebaiknya penataan kawasan metropolitan dalam pelaksanaannya.

Baca Selanjutnya - Metropolitan di Indonesia

Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan


Kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik terutama Ruang Terbuka Hijau (RTH) saat ini mengalami penurunan yang signifikan dan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang berdampak keberbagai sendi kehidupan perkotaan antara lain sering terjadinya banjir, peningkatan pencemaran udara, dan menurunnya produktivitas masyarakat akibat terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi sosial.

Penetapan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan dimaksudkan untuk:
  • Menyediakan acuan yang memudahkan pemangku kepentingan baik pemerintah kota, perencana maupun pihak-pihak terkait, dalam perencanaan, perancangan, pembangunan, dan pengelolaan ruang terbuka hijau;
  • Memberikan panduan praktis bagi pemangku kepentingan ruang terbuka hijau dalam penyusunan rencana dan rancangan pembangunan dan pengeolaan ruang terbuka hijau;
  • Memberikan bahan kampanye publik mengenai arti pentingnya ruang terbuka hijau bagi kehidupan masyarakat perkotaan; dan
  • Memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait tentang perlunya ruang terbuka hijau sebagai pembentuk ruang yang nyaman untuk beraktivitas dan bertempat tinggal.
Contoh Taman Kelurahan
Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan ini memiliki tujuan untuk:
  • Menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air;
  • Menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat; dan
  • Meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah dan bersih.
Baca Selanjutnya - Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan

Bagaimana Pendapat anda mengenai materi di blog ini?

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP